Hutan Satwa
SHARE :

Cerita Tentang Konflik Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Dusun Mungkal Desa Penyengat

29
07/2025
Kategori : Informasi dan Berita
Komentar : 0 komentar
Author : admin@hutansatwa.org


Halo sobat satwa!!!

Kali ini kami mengunjungi Desa Penyengat di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, untuk memahami bagaimana persepsi masyarakat terhadap konflik harimau yang terjadi dan pandangan mereka terhadap keberadaan harimau di desa. Kami berada di desa sekitar 10 hari, kami berbincang dengan warga desa yang pernah berkonflik dan melihat keberadaan Harimau Sumatera.

kami mendapatkan informasi yang menarik dari salah satu warga yang kami temui, karena mengalami peristiwa yang tak terlupakan dengan Harimau Sumatera. Peristiwa ini terjadi di Dusun Mungkal yang mana lokasinya dekat dengan areal perkebunan sawit PT. Trio Mas, pada hari selasa tangga 21 Februari 2024 sekitar jam 22:00 WIB. Malam itu, pak Sugeng berkunjung ke rumah anaknya yang bernama “Tari” untuk berbincang dengan menantunya bernama “Iwan” mengenai sookbreaker motornya yang rusak. Kemudian berencana bersama-sama pergi ke rumah pak Sugeng yang jaraknya sekitar 300 m untuk mengambil sookbreaker yang rusak. Sebelum berangkat, pak Sugeng menyuruh Iwan menutup pintu belakang dan depan rumah, karena tari dan anaknya yang bernama “Iman” sedang tidur di ruangan tengah, tetapi Iwan tidak menutupnya karena jarak dengan rumah pak Sugeng yang tidak terlalu jauh. Saat pak Sugeng dan Iwan hampir sampai dirumah pak Sugeng, terdengar teriakan “tolong” dari arah rumah Iwan. Iwan langsung berlari berbalik kerumahnya, dengan diikuti pak Sugeng dan istrinya yaitu bu Butek, ternyata ada Harimau Sumatera yang masuk ke dalam rumah mereka.

Menurut Tari, dia terbangun mendengar tangisan anaknya bernama Iman dan melihat Harimau Sumatera yang ingin ke luar dari rumahnya, saat itulah dia berteriak minta tolong. Kondisi Iman saat itu mengalami luka dibagian telapak kakinya dan langsung dibawa menuju ke kantor P3K kebun Metas PT. Trio Mas. Lebih lanjut, Ibu Tari mengatakan luka yang dialami oleh iman tidak cukup besar, sepertinya terinjak oleh harimau dan bukan luka dicakar.

Pada saat kejadian, Iman masih berusia 15 bulan dan sekarang saat berbincang dengan Tari dan Iwan orang tua dari Iman, Iman sendiri sudah berusia 3,1 tahun atau 33 bulan. Hal yang menarik, cerita lebih lanjut dari Tari dan Ibu Butek neneknya, Iman memiliki kepekaan perasaan dapat mengetahui keberadaan Harimau Sumatera di sekitar mereka. Ada beberapa kejadian terkait dengan ini, salah satunya saat Tari dan Iwan membawa Iman memancing, ketika merasakan keberadaan harimau Iman akan mengucapkan “MAK ADA AAAARGGH” (disekitar lokasi memancing ada Harimau Sumatera), walaupun mereka sendiri tidak berniat membuktikan bahwa memang benar ada harimau di sekitar mereka, karena trauma dengan peristiwa yang menimpa Iman.

Warga Dusun Mungkal umumnya berasal dari suku Akit yang merupakan salah satu dari 3 dusun yang ada di Desa Penyengat. Dusun Mungkal sendiri terletak terpisah dari dua dusun lainnya, yang mana letaknya relatif jauh. Untuk menuju ke Dusun Mungkal ada jalan darat yang rusak sehingga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua sejauh sekitar 30 km. Biasanya masyarakat menggunakan transportasi air dengan speed boat dari dermaga Tanjung Pal di Desa Penyengat menunju Dusun Mungkal selama 20 menit atau 18 km. (JEFRICO)

 

Berita Lainnya



0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x