Hutan Satwa
SHARE :

Dari Jejak ke Data: Monitoring Harimau Sumatera di Riau

19
08/2025
Kategori : Informasi dan Berita
Komentar : 0 komentar
Author : admin@hutansatwa.org


Halo sobat satwa!🐾

Kami terus berkomitmen, menunjukkan kepedulian terhadap perlindungan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Satwa liar yang paling kharismatik, hebat, dan unik, tiga kata yang mungkin masih belum cukup untuk menggambarkannya.

Salah satu bentuk kepedulian kami adalah dengan memonitoring keberadaan dan memprediksi jumlah populasinya di alam.

Sekarang kami sedang memasang camera trap atau kamera jebak untuk memonitoring keberadaannya di salah satu kantong habitat harimau di Riau yaitu di daerah Lanskap Semenanjung Kampar.

Monitoring ini direncanakan akan berlangsung selama satu tahun, 2025 ini.  Ada tiga orang tim lapangan kami dan juga didukung oleh tim dari stakeholder lain yang juga peduli.  Tim menyusuri hutan untuk memasang camera trap di titik-titik strategis pada setiap grid yang telah ditentukan.  Di atas peta kami telah membagi landscape ini berdasarkan grid-grid ukuran 2 x 2 kilometer.  Lokasi dipilih berdasarkan temuan jejak, cakaran, feses, hingga sisa pemangsaan—semua menjadi petunjuk keberadaan satwa liar yang sulit diamati secara langsung ini.  Setiap titik stasiun camera trap dirancang untuk merekam selama dua bulan penuh, dengan pemantauan berkala untuk memastikan alat tetap aktif dan aman.

Setiap bulan tim akan kembali menuju titik-titik pemasangan camera trap untuk melakukan pengecekan kamera dan mengambil data foto atau video yang telah terekam.  Kemudian pada bulan berikutnya selain mengambil data foto atau video yang telah terekam juga memindahkan pemasangan camera trap pada titik-titik dalam grid-grid lain yang telah ditentukan.

Musim kemarau menghadirkan tantangan berat: lantai hutan yang kering menyulitkan pencarian jejak, dan surutnya muka air membuat mesin perahu sering tersangkut di dasar sungai dan kanal yang dilewati. Beberapa akses air bahkan terputus, memaksa tim menarik perahu melalui jalur darat secara manual—berulang kali.

Meski medan tak bersahabat, semangat tim tak pernah surut. Ā Setiap langkah, setiap dorongan perahu, dan setiap rekaman jejak dan suara satwa adalah bagian dari upaya besar untuk memahami populasi dan sebaran Harimau Sumatera serta satwa mangsanya. Ā Data ini menjadi fondasi penting untuk merancang arah kebijakan pelestarian satwa liar dan pengelolaan kawasan yang menjadi habitat harimau di Landscape Semenanjung Kampar.

Karena bagi PJHS, menjaga harimau berarti menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan hutan kita. šŸŒ³šŸ…

Berita Lainnya



0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x