|
5
01/2026
|
|
8
09/2025
|
Kategori : Informasi dan Berita Komentar : 0 komentar Author : admin@hutansatwa.org |
Halo Sobat Satwa!
Pagi itu, ketika matahari baru saja menembus celah pepohonan, tim patroli konservasi memasuki kawasan hutan lindung sekaligus hutan tanaman. Udara segar khas pagi hari menyambut, burung-burung bernyanyi riang, sementara embun masih menempel di dedaunan. Di jalur setapak, suara ranting patah terdengar setiap kali tim melangkah, menambah kesan alami yang menyenangkan.
Tugas utama tim hari ini adalah memantau potensi perburuan liar sekaligus memastikan keberadaan satwa langka, terutama Harimau Sumatera. Tidak lama setelah berjalan, tim menemukan tapak besar di tanah basah-jejak harimau yang kemungkinan melintas semalam. Temuan ini segera dicatat koordinatnya menggunakan GPS, menjadi bukti penting bahwa satwa kunci tersebut masih ada di kawasan itu.
Beberapa kilometer kemudian, tim menemukan jerat yang dipasang di dekat jalur air, lokasi yang biasa menjadi tempat minum satwa. Tanpa ragu, tim segera melepas jerat tersebut agar tidak ada hewan yang menjadi korban. Perangkap sederhana ini bisa sangat mematikan, tidak hanya bagi hewan buruan seperti kijang, tapi juga harimau yang kebetulan melintas.
Patroli berlanjut menggunakan perahu kecil menyusuri kanal. Perjalanan tidak selalu mulus-air surut, jalur terhambat pohon tumbang, dan semak belukar yang rimbun kerap menguji kesabaran. Meski begitu, semangat tim tidak pernah padam. Tim terus memeriksa jejak di tepi kanal, memperhatikan kotoran atau tanda keberadaan satwa, dan mencatat semua temuan penting.
Selain menyisir hutan, tim juga berdialog dengan masyarakat sekitar. Informasi dari warga sangat berharga, karena mereka sering bersinggungan langsung dengan satwa liar. Dari cerita sederhana, tim bisa mengetahui arah jelajah harimau, potensi konflik manusia-satwa, hingga indikasi aktivitas perburuan.
Patroli konservasi ini bukan sekedar rutinitas, tetapi bentuk nyata komitmen menjaga kelestarian hutan dan satwa di dalamnya. Setiap langkah, setiap jerat yang dilepaskan, dan setiap dialog dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam melindungi Harimau Sumatera agar tetap lestari di habitat aslinya. Meski penuh tantangan, semangat tim tidak pernah surut, karena mereka percaya bahwa menjaga alam berarti menjaga warisan berharga untuk generasi mendatang.
|
5
01/2026
|
|
7
11/2025
|
Bangau Tongtong: Si Kepala Botak yang Elegan dan Langka, Penjaga Sejati Lahan Basah Indonesia
Author : admin@hutansatwa.org |
|
31
10/2025
|
“Mengenal Babi Hutan: Mamalia Tangguh dari Rimba Nusantara yang Tak Sekedar Hama”
Author : admin@hutansatwa.org |
|
17
10/2025
|
|
10
10/2025
|
|
8
09/2025
|
Copyright © 2021-Hutansatwa.org