|
5
01/2026
|
|
5
01/2026
|
Kategori : Informasi dan Berita Komentar : 0 komentar Author : admin@hutansatwa.org |
Kamis, 18 Desember 2025, suasana camp pekerja PT. RAPP terasa berbeda dari biasanya. Di sela waktu istirahat siang, tim PJHS hadir membawa pesan penting bagi para pekerja tentang bagaimana manusia dan Harimau Sumatra dapat berbagi ruang tanpa saling mengancam. Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai respons atas aktivitas kerja yang berlangsung di dalam dan sekitar kawasan hutan industri, yang juga merupakan rumah bagi sang raja rimba.
Penyuluhan ini dipimpin langsung oleh Syamsuardi selaku Ketua PJHS, yang menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut didampingi oleh Nurchalis Fadli serta Jepriko selaku Koordinator Stakeholder PJHS, yang turut memperkuat penyampaian materi dan menjembatani dialog antara tim PJHS dengan para pekerja di lapangan.
Kegiatan dimulai dari area nursery atau pembibitan PT. RAPP dan langsung disambut dengan antusias oleh para pekerja. Penyuluhan tidak disajikan sebagai ceramah satu arah, melainkan dikemas dalam diskusi terbuka yang hangat dan interaktif. Tim PJHS mengajak peserta mengenal lebih dekat perilaku harimau, pola pergerakannya, serta faktor-faktor yang kerap memicu konflik antara manusia dan satwa liar. Para pekerja juga diperkenalkan pada tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar area kerja, seperti jejak kaki, kotoran, bekas cakaran, hingga suara-suara yang patut diwaspadai.
Tak kalah penting, peserta dibekali langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan apabila terjadi perjumpaan dengan harimau. Mulai dari cara menjaga jarak aman, prosedur pelaporan yang benar, hingga tindakan-tindakan yang sebaiknya dihindari karena dapat memicu respons agresif satwa tersebut. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi para pekerja yang setiap hari beraktivitas di kawasan dengan potensi risiko tinggi.
Suasana penyuluhan semakin hidup ketika peserta mulai berbagi pengalaman lapangan. Beberapa pekerja menceritakan kisah saat menemukan jejak harimau atau mendengar suara mencurigakan di sekitar lokasi kerja. Tim PJHS menanggapi setiap cerita dengan empati dan penjelasan yang menenangkan, sehingga para peserta tidak lagi memandang harimau semata sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari alam yang perlu dipahami dan dihormati.
Dalam kesempatan ini, tim PJHS menegaskan pesan utama bahwa harimau bukanlah musuh manusia. Konflik yang terjadi umumnya berawal dari tumpang tindih ruang hidup antara manusia dan satwa liar, bukan karena sifat agresif harimau itu sendiri. Dengan pengetahuan yang tepat, sikap yang bijak, serta prosedur yang benar, risiko konflik dapat ditekan tanpa harus merugikan kedua belah pihak.
Melalui penyuluhan ini, para pekerja PT. RAPP diharapkan tidak hanya menjadi lebih waspada dan siap menghadapi potensi perjumpaan dengan harimau, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai mitra konservasi di lapangan. Kesadaran yang tumbuh dari kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju lingkungan kerja yang lebih aman, sekaligus mendukung upaya pelestarian Harimau Sumatra. Karena di batas habitat, harmoni antara manusia dan alam hanya dapat terwujud melalui pengetahuan, kepedulian, dan rasa saling menghormati.
|
5
01/2026
|
|
7
11/2025
|
Bangau Tongtong: Si Kepala Botak yang Elegan dan Langka, Penjaga Sejati Lahan Basah Indonesia
Author : admin@hutansatwa.org |
|
31
10/2025
|
“Mengenal Babi Hutan: Mamalia Tangguh dari Rimba Nusantara yang Tak Sekedar Hama”
Author : admin@hutansatwa.org |
|
17
10/2025
|
|
10
10/2025
|
|
8
09/2025
|
Copyright © 2021-Hutansatwa.org